Sabtu, 04 Juli 2020

Perancangan Sistem Informasi

Perancangan Sistem Informasi 
Bergabung dengan Bisnis MLM? Kenali Dulu Kelebihan Kekurangannya
Survey Sistem 
Langkah awal dari perancangan sistem informasi adalah survei sistem untuk mengetahui kondisi sistem aktual. Survei sistem dilakukan dengan melakukan kunjungan langsung untuk melihat pemeliharaan alat berat serta melakukan wawancara dengan karyawan. Dengan dilakukannya survei ini maka didapatkan identifikasi permasalahan yang terjadi serta informasi yang berguna untuk melakukan perancangan sistem informasi.

Analisis Sistem
Aktivitas yang dilakukan pada tahap ini adalah memahami kondisi sistem yang ada saat ini. Analisis yang dilakukan pada tahap ini meliputi analisis terhadap:

a. Pengguna Bisnis (Business User)
Analisis ini berkaitan dengan pengguna sistem, dilakukan dengan menganalisis jabatan dari masing-masing pengguna sistem yang berkaitan dengan sistem yang akan dibahas.

b. Proses Bisnis (Business Process)
Analisis ini berkaitan dengan kegiatan dan aktivitas yang terjadi dalam sistem. 

c. Aturan Bisnis (Business Rules)
Analisis ini berkaitan dengan ketentuan atau batasan yang ditetapkan oleh perusahaan yang dapat menjaga integritas dan keabsahan data untuk menjamin bahwa sistem berjalan dengan baik. 

d. Masalah Bisnis yang ada dan Solusinya (Business Problems and Solutions)
Analisis ini berkaitan dengan identifikasi masalah, identifikasi penyebab masalah dan penyelesaian masalah dalam sistem.

e. Perangkat Bisnis (Business Tools)
Analisis ini berkaitan dengan perangkat keras dan alat bantu lain yang digunakan oleh perusahaan.

f. Rencana Bisnis (Business Plan)
Analisis ini berkaitan dengan rencana pengembangan sistem yang dapat mengatasi masalah sistem di masa depan.
Perancangan Model
Disain model sistem ini dilakukan dalam dua bentuk yaitu disain model fisik dan disain model logika.

A. Disain Model Fisik
Model fisik yang dibuat berupa bagan alir dokumen yang memperlihatkan aliran data dari sistem informasi pemeliharaan alat berat. Bagan alir dokumen saat ini menunjukkan aliran dokumen saat ini dan bagan alir dokumen usulan menunjukkan aliran dokumen dengan menggunakan sistem informasi. Bagan ini dapat dilihat pada gambar.

Gambar Bagan Alir Dokumen Saat ini


Gambar Bagan Alir Dokumen Usulan

b. Model Logika
Model logika yang digunakan dalam perancangan terdiri atas diagram konteks dan Diagram Arus Data (DAD) dilengkapii dengan kamus data yang bertujuan untuk memberi penjelasan tentang Diagram Arus Data. Diagram konteks dapat dilihat pada gambar.

Gambar Diagram Konteks
Pada diagram konteks terlihat hubungan antara entiti dengan sistem informasi. Hubungan ini menunjukkan informasi apa yang dibutuhkan sistem informasi dan informasi apa yang dapat diberikan sistem informasi terhadap entiti. Bidang Pemeliharaan Alat Berat Tambang akan mengetahui jadwal pemeliharaan dan prediksi penggantian part, Bidang Bengkel Alat Berat Tambang dapat mengetahui dapat mengetahui jadwal periodic service. Kepala Biro Pemeliharaan Alat Berat Tambang dapat mengetahui kegiatan kedua bidang bawahannya. Kepala Departemen Tambang dapat mengetahui kondisi pemeliharaan alat berat. Biro Penambangan Bahan Mentah dapat mengetahui keadaan alat berat yang beroperasi. Dengan adanya informasi-informasi tersebut maka Departemen Tambang dapat mengambil kebijakan terhadap pengelolaan pemeliharaan alat berat. 

Selain hubungan antara entiti dengan sistem informasi, juga terjadi hubungan antar entiti. Hubungan ini dikarenakan antar entitas memiliki tugas yang sama yaitu melakukan kegiatan pemeliharaan alat berat. Karena itu output dari masing-masing bidang dapat mempengaruhi keputusan yang diambil untuk kegiatan pemeliharaan alat berat

Gambar  Diagram Arus Data Level 0
Berdasarkan Gambar  terlihat bahwa hasil dari sistem informasi ini akan dilaksanakan oleh Biro Pemeliharaan Alat Berat Tambang yang meliputi Bidang Bengkel Alat Berat Tambang dan Bidang Pemeliharaan Alat Berat Tambang. Sedangkan informasi mengenai pemeliharaan alat berat dapat diakses oleh Kepala Departemen Tambang dan Biro Penambangan Bahan Mentah.

Aktivitas yang lebih terperinci dari masing-masing entiti diuraikan dalam DAD level 1 yang dapat dilihat pada Gambar.

Gambar  Diagram Arus Data Level 1
Perancangan Input
Perancangan input sistem informasi dilakukan dengan menentukan data yang akan dibutuhkan sistem untuk menghasilkan informasi pemeliharaan alat berat. Data yang menjadi input sistem yaitu data aset alat berat, data sumber daya manusia yang berinteraksi dengan sistem serta data kegiatan operasional alat berat. Untuk proses update maupun penambahan data digunakan fasilitas keyboard, mouse dan monitor.

Perancangan Output
Output yang dihasilkan oleh sistem informasi ini ditampilkan dalam bentuk tabel melalui layar monitor. 

Perancangan Database
Perancangan database dilakukan berdasarkan analisis sistem yang telah dilakukan sebelumnya dengan menggunakan bantuan diagram hubungan entitas. Sistem database yang digunakan adalah sistem relasional atau Relational Database Management System.

Tabel-tabel penyusun database ini dilengkapi dengan indeks yang mengatur hubungan antar tabel. Indeks terdiri atas dua yaitu primary-key dan foreign key. Primary key berfungsi untuk mengatur agar tidak terjadi penduplikasian data dalam tabel yang bersangkutan dan foreign key berfungsi untuk mengatur hubungan antara satu tabel dengan tabel lainnya. 

Gambar  Relasi antar tabel database

Perancangan Aplikasi

Aplikasi yang dibuat terdiri atas menu dan form aplikasi. Struktur dan menu aplikasi terdiri atas:

1. Data Unit
- Tambah Unit
- Lihat Unit
- Edit Unit

2. Data Part
- Tambah Part
- Lihat Part
- Edit Part

3. Data Mekanik
- Tambah Mekanik
- Lihat Mekanik
- Edit Mekanik

4. Data User
- Tambah User
- Edit User

5. Data Operasional
- Operasional 
- Standby unit

6. Data Pemeliharaan Unit
- Input Pemeliharaan
- Edit Pemeliharaan

7. Data General Overhaul
- Input GOH
- Edit GOH

8. Laporan
- Laporan Operasional Harian
- Laporan Operasional Bulanan
- Laporan Standby Unit
- Laporan Pemeliharaan Unit
- Laporan Kerusakan Part
- History Pemeliharaan Unit
- Laporan Waktu Tunggu Perbaikan Part
- Jadwal Periodic Service
- Jadwal GOH
- Jadwal Penggantian Part


9. Log Out
Contoh dari tampilan menu sistem informasi dapat dilihat pada gambar.

Gambar  Tampilan Menu Login

Gambar  Tampilan Menu Utama

Gambar  Tampilan Jadwal Penggantian 



Perancangan Prosedur Penggunaan 
Agar sistem informasi dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan output yang diinginkan, maka dalam penggunaannya perlu dirancang sebuah prosedur penggunaan sistem informasi. Prosedur penggunaan sistem informasi ini akan memudahkan user dalam pengoperasiannya. Selain itu, dengan adanya prosedur ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam menggunakan sistem informasi.

Tahapan prosedur penggunaan sistem informasi adalah sebagai berikut:
1. User login dengan menggunakan password yang dimilikinya. User yang menggunakan sistem informasi ini diberikan hak untuk menggunakan sistem informasi sesuai dengan level yang dimilikinya. Level user dibagi atas administrator yang memiliki akses terhadap keseluruhan sistem informasi, operator input yang berfungsi mengisikan data ke sistem informasi dan report view yang hanya dapat mengakses halaman laporan.
2. Administrator mengisikan account user login untuk mendaftarkan pengguna sistem informasi.
3. Apabila ada penambahan unit baru dan part baru maka operator input harus mengisikan data tersebut ke dalam database.
4. Jika terdapat kesalahan dalam melakukan pengisian data, operator input dapat merevisi data yang dimasukkan dengan cara membuka halaman edit.
5. Operator input memasukkan data mekanik
6. Operator input memasukkan data operasional dan data standby
7. Operator input memasukkan data general overhaul
8. Operator input memasukkan data pemeliharaan unit yaitu data kerusakan unit, data mulai perbaikan unit dan data unit selesai diperbaiki.
9. Report view dapat melihat setiap laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi.

User keluar dari sistem dengan memilih menu Log Out.

Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai perancangan Sistem Informasi Pemeliharaan Alat Berat pada Departemen Tambang PT. Semen Padang, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Sistem informasi yang dibuat telah mampu menghasilkan jadwal penggantian part dengan pendekatan model preventive replacement.
2. Sistem informasi yang dirancang dapat menghasilkan informasi pemeliharaan yang dilakukan pada setiap alat berat.

Saran
Saran yang dapat diberikan untuk pengembangan sistem informasi ini lebih lanjut adalah sebagai berikut:
1. Untuk pengembangan sistem di masa yang akan datang dapat ditambahkan model pemeliharaan yang mempertimbangkan faktor biaya sehingga dapat dibandingkan model pemeliharaan yang menggunakan pendekatan minimasi downtime dan minimasi biaya.
2. PT. Semen Padang dalam pemeliharaan alat berat sebaiknya memperhitungkan biaya pemeliharaan secara keseluruhan untuk mendapatkan perhitungan ekonomis alat berat yang beroperasi. Dengan tersedianya data biaya pemeliharaan maka dapat dianalisis nilai ekonomis alat berat
3. Dalam melaksanakan jadwal penggantian yang dihasilkan oleh sistem informasi sebaiknya manajemen melakukan penggantian untuk part-part yang jadwalnya berdekatan sehingga dapat meminimalkan downtime alat karena preventive replacement.
4. Untuk menghasilkan informasi yang tepat dalam kegiatan pemeliharaan sebaiknya dilakukan pencocokan antara data yang terdapat pada logbook dan data yang terdapat dalam laporan HM sehingga sistem informasi yang dirancang dapat menghasilkan output yang berguna untuk pemeliharaan alat berat tambang.

sumber  http://ondyx.blogspot.com/2013/09/perancangan-sistem-informasi_8.html
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI 
Perancangan sistem informasi merupakan pengembangan sistem baru dari sistem lama yang ada, dimana masalah-masalah yang terjadi pada sistem lama diharapkan sudah teratasi pada sistem yang baru.

Sekarang dibahas:

- Siklus hidup

- Analisis Perancangan

SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLES - SDLC)

Secara konseptual siklus pengembangan sebuah sistem informasi adalah sbb:

1. Analisis Sistem: menganalisis dan mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya untuk sistem informasi dan proses organisasi.

2. Perancangan Sistem: merancang output, input, struktur file, program, prosedur, perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem informasi

3. Pembangunan dan Testing Sistem: membangun perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem dan melakukan testing secara akurat. Melakukan instalasi dan testing terhadap perangkat keras dan mengoperasikan perangkat lunak

4. Implementasi Sistem: beralih dari sistem lama ke sistem baru, melakukan pelatihan dan panduan seperlunya.

5. Operasi dan Perawatan: mendukung operasi sistem informasi dan melakukan perubahan atau tambahan fasilitas.

6. Evaluasi Sistem: mengevaluasi sejauih mana sistem telah dibangun dan seberapa bagus sistem telah dioperasikan.

Siklus tersebut berlangsung secara berulang-ulang. Siklus di atas merupakan model klasik dari pengembangan sistem informasi. Model-model baru, seperti prototyping, spiral, 4GT dan kombinasi dikembangkan dari model klasik di atas.

ANALISIS SISTEM

Alasan pentingnya mengawali analisis sistem:

1. Problem-solving: sistem lama tidak berfungsi sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu analisis diperlukan untuk memperbaiki sistem sehingga dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan.

2. Kebutuhan baru: adanya kebutuhan baru dalam organisasi atau lingkungan sehingga diperlukan adanya modifikasi atau tambahan sistem informasi untuk mendukung organisasi.

3. Mengimplementasikan ide atau teknologi baru.

4. Meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan.

Batasan analisis sistem:

Aktifitas yang dilakukan dalam analisis sistem harus dapat menjawab pertanyaan umum, sbb:

1. Sistem baru apakah yang akan dibangun? atau

2. Sistem apakah yang akan ditambahkan atau dimodifikasi pada sistem lama yang sudah ada?

Untuk itu secara detail harus dijawab pertanyaan-pertanyaan:

1. Informasi apakah yang dibutuhkan?

2. Oleh siapa?

3. Kapan?

4. Dimana?

5. Dalam bentuk apa?

6. Bagaimana cara memperolehnya?

7. Dari mana asalnya?

8. Bagaimana cara mengumpulkannya?

Proposal mengadakan analisis sistem:

Berisi:

1. Definisi yang jelas dan konsisten tentang alasan untuk analisis

2. Definisi batasan analisis yang akan dilakukan

3. Identifikasi fakta yang akan dikumpulkan dan dipelajari selama analisis

4. Identifikasi sumber dimana fakta dapat diperoleh

5. Uraian tujuan dan kendala yang mungkin dalam analisis

6. Proyeksi kemungkinan masalah yang akan terjadi selama analisis

7. Jadwal tentatif analisis

Sumber-sumber fakta yang dapat dipelajari untuk analisis sistem:

1. Sistem yang ada

2. Sumber internal lain: orang, dokumen, dan hubungan antara orang-organisasi atau fungsi ada

3. Sumber External: interface dengan sistem lain, seminar, vendor, jurnal, textbook dan informasi atau ilmu lain yang berada diluar sistem

Kerangka Analisis:

1. Analisis terhadap level pembuat keputusan (manajemen organisasi): menganalisa organisasi, fungsi dan informasi yang dibutuhkan beserta informasi yang dihasilkan.

2. Analisis terhadap flow informasi: mengidentifikasi informasi apa yang diperlukan, siapa yang memerlukan, dari mana asalnya.

3. Analisis terhadap input dan output.

Dalam analisis ini digunakan teknik dan alat bantu, a.l: interview, questionaire, observation, sampling and document gathering, charting (organisasi, flow, dfd, ER, OO, dll), decision table and matric

Laporan hasil analisis:

Laporan hasil analisis harus berisi:

1. Uraian alasan dan scope (batasan) analisis

2. Deskripsi sistem yang ada dan operasinya.

3. Uraian tujuan (objektif) dan kendala sistem

4. Deskripsi tentang masalah-masalah yang belum teratasi dan potensi masalah

5. Uraian tentang asumsi-asumsi yang diambil oleh analis sistem selama proses analisis

6. Rekomendasi-rekomendasi sistem yang baru dan kebutuhannya untuk desain awal

7. Proyeksi kebutuhan sumber daya dan biaya yang diharapkan termasuk dalam desain sistem baru atau memodifikasinya. Proyeksi ini termasuk kelayakan untuk proses selanjutnya.

Yang terpenting adalah bagian 6 dan 7.

Katagori aspek kelayakan:

1. Kelayakan teknis: kelayakan perangkat keras dan perangkat lunak.

2. Kelayakan ekonomi: apakah ada keuntungan atau kerugian, efisiensi biasa operasional organisasi.

3. Kelayakan operasi: berhubungan dengan prosedur operasi dan orang yang menjalankan organisasi

4. Kelayakan jadwal: dapat menggunakan model-model penjadwalan seperti PERT dan GANTT CHART. Apakah jadwal pengembangan layak atau tidak.

Hasil akhir analisis sistem (keputusan):

1. Hentikan pekerjaan, karena proposal tidak layak.

2. Tunggu beberapa saat, karena masih ada pertimbangan lain.

3. Modifikasi, manajemen memutuskan untuk memodifikasi prososal dengan subsistem lain.

4. Proses dengan syarat, ada persyaratan kelayakan.

5. Proses tanpa syarat, semua syarat terpenuhi. Proposal diterima dan proses dilanjutkan ke desain awal.

PERANCANGAN SISTEM

Analisis sistem digunakan untuk menjawab pertanyaan what? Sedangkan desain digunakan untuk menjawab pertanyaan how? Desain berkonsentrasi pada bagaimana system dibangun untuk memenuhi kebutuhan pada fase analisis.

Elemen-elemen pengetahuan yang berhubungan dengan proses desain:

1. Sumber daya organisasi: bertumpu pada 5 unsur organisasi, yaitu: man, machines, material, money dan methods.

2. Informasi kebutuhan dari pemakai: informasi yang diperoleh dari pemakai selama fase analisis sistem.

3. Kebutuhan sistem: hasil dari analisis sistem.

4. Metode pemrosesan data, apakah: manual, elektromechanical, puched card, atau computer base.

5. Operasi data. Ada beberapa operasi dasar data, a.l: capture, classify, arrange, summarize, calculate, store, retrieve, reproduce dan disseminate.

6. Alat bantu desain, seperti: dfd, dcd, dd, decision table dll.

Langkah dasar dalam proses desain:

1. Mendefinisikan tujuan sistem (defining system goal), tidak hanya berdasarkan informasi pemakai, akan tetapi juga berupa telaah dari abstraksi dan karakteristik keseluruhan kebutuhan informasi sistem.

2. Membangun sebuah model konseptual (develop a conceptual model), berupa gambaran sistem secara keseluruhan yang menggambarkan satuan fungsional sebagai unit sistem.

3. Menerapkan kendala2 organisasi (applying organizational contraints). Menerapkan kendala-kendala sistem untuk memperoleh sistem yang paling optimal. Elemen organisasi merupakan kendala, sedangkan fungsi-fungsi yang harus dioptimalkan adalah: performance, reliability, cost, instalation schedule, maintenability, flexibility, grouwth potensial, life expectancy. Model untuk sistem optimal dapat digambarkan sebagai sebuah model yang mengandung: kebutuhan sistem dan sumber daya organisasi sebagai input; faktor bobot terdiri atas fungsi-fungsi optimal di atas; dan total nilai yang harus dioptimalkan dari faktor bobot tersebut.

4. Mendefinisikan aktifitas pemrosesan data (defining data processing activities).

Pendefinisian ini dapat dilakukan dengan pendekatan input-proses-output. Untuk menentukan hal ini diperlukan proses iteratif sbb:

a. Mengidentifikasn output terpenting untuk mendukung/mencapai tujuan sistem (system’s goal)

b. Me-list field spesifik informasi yang diperlukan untuk menyediakan output tersebut

c. Mengidentifikasi input data spesifikik yang diperlukan untuk membangun field informasi yang diperlukan.

d. Mendeskripsikan operasi pemrosesan data yang diterapkan untuk mengolah input menjadi output yang diperlukan.

e. Mengidentifikasi elemen input yang menjadi masukan dan bagian yang disimpan selama pemrosesan input menjadi output.

f. Ulangi langkah a-e terus menerus samapi semua output yang dibutuhkan diperoleh.

g. Bangun basis data yang akan mendukung efektifitas sistem untuk memenuhi kebutuhan sistem, cara pemrosesan data dan karakteristik data.

h. Berdasarakan kendala-kendala pembangunan sistem, prioritas pendukung, estimasi cost pembangunan; kurangi input, output dan pemrosesan yang ekstrim

i. Definisikan berbagai titik kontrol untuk mengatur aktifitas pemrosesan data yang menentukan kualitas umum pemrosesan data.

j. Selesaikan format input dan output yang terbaik untuk desain sistem.

5. Menyiapkan proposal sistem desain. Proposal ini diperlukan untuk manajemen apakah proses selanjutnya layak untuk dilanjutkan atau tidak. Hal-hal yang perlu disiapkan dalam penyusunan proposal ini adalah:

a. Menyatakan ulang tentang alasan untuk mengawali kerja sistem termasuk tujuan/objektif khusus dan yang berhubungan dengan kebutuhan user dan desain sistem.

b. Menyiapkan model yang sederhana akan tetapi menyeluruh sistem yang akan diajukan.

c. Menampilkan semua sumber daya yang tersedia untuk mengimplementasikan dan merawat sistem.

d. Mengidentifikasi asumsi kritis dan masalah yang belum teratasi yang mungkin berpengaruh terhadap desain sistem akhir.

Sedangkan format dari proposal desain ini sangat berfariasi akan tetapi mengandung hal-hal di atas.

Prinsip Dasar Desain

Ada 2 prinsip dasar desain, a.l:

1. Desain sistem monolitik. Ditekankan pada integrasi sistem. Resource mana yang bisa diintegrasikan untuk memperoleh sistem yang efektif terutama dalam cost.

2. Desain sistem modular. Ditekankan pada pemecahan fungsi-fungsi yang memiliki idependensi rendah menjadi modul-modul (subsistem fungsional) yang terpisah sehingga memudahkan kita untuk berkonsentrasi mendesain per modul. Sebuah sistem informasi dapat dipecah menjadi 7 subsistem fungsional, a.l: data collection, data processing, file update, data storage, data retrival, information report dan data processing controls.

Petunjuk umum dalam desain subsistem fungsional sebuah sistem informasi:

1. Sumber data sebaiknya hanya dikumpulkan sekali sebagai input ke sistem informasi.

2. Akurasi sumber data sangat tergantung pada banyaknya langkah untuk me-record, collect dan prepare data untuk prosessing. Semakin sedikit langkah semakin akurat.

3. Data yang dihasilkan dari sistem berbasis komputer sebaiknya tidak dimasukkan lagi ke sistem.

4. Pewaktuan yang diperlukan untuk mengumpulkan data harus lebih kecil dari pewaktuan informasi tersebut diperlukan.

5. Perlu pemilihan cara pengumpulan data yang paling optimal

6. Pengumpulan data tidak harus on-line, melainkan tergantung dari kebutuhan informasi.

7. Semua sumber data harus dapat di validasi dan diedit segera setelah di kumpulkan.

8. Data yang sudah divalidasi, sebaiknya tidak divalidasi pada proses selanjutnya.

9. Total kontrol harus segera di cek lagi sebelum dan sesudah sebuah aktifitas prosesing yang besar dilakukan.

10. Data harus dapat disimpan hanya di 1 tempat dalam basis data kecuali ada kendala sistem.

11. Semua field data sebaiknya memiliki prosedur entri dan maintenance.

12. Semua data harus dapat dicetak dalam format yang berarti untuk keperluan audit.

13. File transaksi harus di maintain paling tidak dalam 1 siklus update ke basis data.

14. Prosedur backup dan security harus disediakan untuk semua field data.

15. Setiap file non sequential perlu memiliki prosedur reorganisasi secara periodik.

16. Semua field data harus memiliki tanggal update/akses penyimpanan terakhir.

sumber : 
http://hamkerblack.blogspot.com/2013/10/pengertian-perancangan-sistem-informasi.html

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI: Pengertian dan Tahapan

Analisa dan Perancangan Sistem Informasi

Analisa dan perancangan sistem informasi ANSI adalah proses penguraian suatu pokok dan menyelidiki kedaan yang sebenarnya dalam sebuah entitas atau guna mencari indikasi komponen dan unsur-unsur penting dalam membangun sebuah sistem informasi. Didalam menganalisa rancangan sistem informasi, diperlukan survey proyek sistem guna mengumpulkan data awal kemudian diolah menjadi kesimpulan informasi rencana, menganalisa informasi yang sedang berjalan guna mencari indikasi dan potensi-potensi subsistem yang bisa diciptakan atau revisi, dan mendefinisikan kebutuhan komponen-komponen sistem guna untuk meprioritaskan komponen penting.

Analisa-dan-Perancangan-Sistem-Informasi-Pengertian-dan-Alur
Pexels

Analisa dan Perancangan Sistem Informasi jika diurikan satu persatu terdiri dari :

Analisis, yaitu melakukan peyelidikian dan kajian terhadap suatu pokok dan menguraikan pokok tersebut sehingga ditemui partikel komponen terkecil, sedangkan analis adalah orang yang melakukan analsis;
Percancangan, adalah aktivitas atau perbuatan penataan, penyusunan, atau reka cipta. Dalam hal ini perancangan sistem;
Sistem, adalah kumpulan bagian – bagian komponen dan elemen yang bekerja sama dalam satu kesatuan untuk menghasilkan satu tujuan tentertu. contohnya sistem pada mobil ada sistem wiring kabel, sistem transmisi, sistem kolom kemudi, sistem suspensi dan sistem mesin. Bahkan, mesin pun punya subsitem lagi seperti sistem startersistem bahan bakar dan sistem pengapian;
Informasi, adalah penerangan atau hasil kesimpulan yang dihasilkan data. Informasi juga didefinisikan sebagai fakta yang diberikan atau dipelajari tentang sesuatu atau seseorang.
Dalam analisa sistem diperlukan kiat-kiat agar sistem itu komplit, mulai dari perencanaan, menganalisa dan membangun sistem informasi. Sistem akan baik hasilnya jika terdiri dari analisa lengkap artinya memenuhi kebutuhan pengguna sistem, analisa detail, artinya sistem terperinci baik dari segi pengimputan pemrosesan dan pelaporan dan dapat berjalan valid.
Komponen sistem informasi itu sendiri terdiri dari perangkat keras (hardware) sebagai wadah penampung sistem informasi dan tempat memasukan (input), memproses (process) dan pengeluaran (output) data, perangkat lunak (software) sebagai objek utama sistem informasi, basis data (database) kumpulan data informasi berbentuk sitem yang terorganisir, telekomunikasi atau hubungan komunikasi jarak jauh seperti telepon dan manusia (user) baik sebagai pengguna atau perancang sistem informasi.

Analisis dan Perancangan Sistem

Dalam menganalisa dan merancang sebuah sistem informasi baru, ada tahapan-tahapan analisis kebanyakan analis lakukan untuk pengembangan sistem, yaitu;
Mengidentifikasi Masalah, guna mendefinisikan permasalahan pada sistem sedang berlaku, mengindentifikasikan masalah yang dihadapi pengguna sistem, mengidentifikasikan pengguna akhir sistem, prioritas sistem dan subsitem, analisa keamanan sistem yaitu menganalisa tingkat keamanan sistem seperti manajemen pengguna sisitem dalam perangkat lunak;
Identifikasi Batasan Masalah, sistem harus mempunyai batasan dalam pemrosessan, sistem besar memang bagus namun apakah sistem besar dapat dikatakan efisien?.. semisal sebuah perushaan membutuhkan dua kategori hak akses manajemen pengguna (user management) perangkat lunak admin dan user, tanpa ada batasan masalah pengembang perangkat lunak menambahkan auditor didalam manajemen user. Dalam mengidentifikasi masalah juga butuhkan implementasi konsep–konsep analisa yang baik dan mampu membangun sistem berkarakter;

Implementasi Analisis PICECES, adalah dimana seorang pengambang harus mengaanalisa Pieces, pieces adalah singkatan dari performance (kinerja) berkaitan dengan analisa kemampuan dan kapasitas kerja sistem; information (informasi) terkait dengan laporan informasi yang dihasilkan sistem; economy (ekonomi) berkaitan dengan penghematan waktu, keuangan san tenaga sistem; control terkait dengan keamanan; effeciency (efisiensi) atau ketepatan fungsi sistem dengan tidak membuang waktu, biaya, ruang dan tenaga; dan services (layanan) sistem;
Implementasi Diagram, Diagram adalah gambaran sketsa yang mempresentasikan bentuk alur kinerja sistem dengan teknik simbolis berkonsep. Ada bebrapa diagram yang digunakan dalam represantasi hasil analisa dan perancangan sistem informasi, sperti diagram use case, diagram class, diagram package, diagram sequence, diagram collaboration, diagram statechart, diagram activity dan diagram deployment;
Baca JugaSistem Informasi: Sistem Yang Buruk
diagram-analisa-perancangan-sistem-informasi
Pexels
Dan anlisa kebutuhan laporan, analis mengistilahkan pelaporan dengan reporting. Disini analis menganalisa penyesuaian kebutuhan keputusan informasi menurut kebutuhan pengguna atau pesanan sitem.
Baca JugaKonsep Penting Analisa dan Perancangan Sistem
Analisa perancangan sistem Informasi banyak dijumpai didalam teknologi informasi dan komunikasi TIK. Bahkan analisa perancangan sistem menjadi sebuah mata kuliah wajib pada universitas. Analisa perancangan sistem adalah landasan untuk perkembangan perusahan dan organisasi, jika sistem itu mempunyai karater, konsep dan terus dikembangkan.
Baca Juga: Sistem Informasi 
Demikian pengertian dan definisi dan secara umum analisa dan perancangan sistem informasi.

sumber : https://www.bakhel.com/2019/03/analisa-dan-perancangan-sistem.html

Sabtu, 23 Agustus 2014

MEMPERBAIKI KARTU MEMORI YANG RUSAK

 Cara Memperbaiki Kartu Memori HP Yang Rusak

Cara Memperbaiki Kartu Memori HP Yang Rusak | Kali ini Cara Terbaik Akan Share Cara Memperbaiki Kartu MMC Yang Rusak , Sebenarnya Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada kartu memori MMC, antara lain :

- Adanya pengaruh medan magnet yang kuat;
- Kesalahan waktu mencabut atau memasukkan kartu memory ke slot memori yang mengakibatkan terjadinya kerusakan fisik;
- Panas yang berlebih;
- Kartu memory sering dipindah-pindahkan ke perangkat lain, misalnya kartu MMC handphone, kita pasangkan ke kamera digital, dan lain-lain;
- dsb.

Kerusakan pada kartu memori ini diistilahkan memori corrupt, ini terjadi karena rusaknya sistem file (bukan kerusakan fisik) ciri-cirinya, yaitu memorinya tidak terdeteksi, atau terdeteksi tetapi tidak bisa dibuka.
Disini kita akan mencoba memperbaikinya dengan cara memformat kartu memori tersebut caranya sebagai berikut : 

Menggunakan card reader yang terhubung ke PC

Caranya, Format lewat menu Windows Explorer.
1. Cabut kartu memori dari ponsel, masukkan ke memori card reader.
Perhatikan :
Jangan sembarangan mencabut memori dari ponsel. Khususnya pada ponsel dengan slot memori hotswap seperti pada N70, gunakan menu “Remove Memory” untuk mencabut memori ketika ponsel aktif. Untuk ponsel tanpa menu “Remove Memory”, sebaiknya nonaktifkan ponsel terlebih dahulu.
2. Cari drive kartu memori (lihat di menu Windows Eksploler), misalnya pada drive (D,E,F,G,H atau lainnya). Jika memori sudah terbaca, klik tombol kanan mouse, dan pilih menu ‘Format’.
3. Selanjutnya muncul pilihan jenis format (FAT, FAT32 dan NTSC), pastikan Anda memilih sistim format file FAT.
4. Klik tombol ‘Format Now’ dan tunggu hingga selesai.
Jika muncul pesan ‘error’ kemudian PC tidak bisa memformat lagi, gunakan cara lain yakni format lewat menu Command Line.

Format lewat Command Line
1. Di PC, klik Start --> Run, dan ketik CMD.
Jendela Command akan terlihat pada mode DOS prompt.
2. Selanjutnya ketik FORMAT h: / FS:FAT
(h=drive letak kartu memori, jika kartu memori terletak di drive g, maka tulis g)
3. Tunggu hingga selesai.
Jika masih muncul masalah pada kartu memori, silahkan gunakan memory card reader lain. Tetapi jika memang sudah tidak bisa dipulihkan kembali, terpaksa kartu memori tersebut harus ditukar dengan penjualnya, jika masih bergaransi.

Format dengan Software
Selain dengan cara diatas, format kartu memori yang bermasalah bisa juga dilakukan dengan menggunakan software khusus. Misalnya untuk kartu MMC tersedia software MMCmedic yang bisa didownload dari www.n-gage-help.com.
Semoga bermanfaat.